Kopi dan Kesehatan Jantung, Apa Kata Peneliti?

BANGSAONLINE.com - Setiap 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kopi Internasional. Peringatan ini tidak hanya mengangkat budaya dan industri kopi, tetapi juga menyoroti dampak konsumsi kopi terhadap kesehatan jantung yang masih menjadi perhatian penelitian.

Mengutip Kementerian Kesehatan, konsumsi kopi berkaitan dengan kesehatan kardiovaskular. Efeknya bergantung pada jumlah konsumsi, jenis kopi, dan cara penyajian.

Pada nonperokok, konsumsi satu hingga tiga cangkir kopi sehari dikaitkan dengan penurunan risiko hipertensi, sementara pada perokok hasil tersebut tidak ditemukan.

Kopi juga dapat memengaruhi kadar kolesterol. Kopi tanpa filter mengandung diterpen yang meningkatkan kolesterol total, sedangkan penyaringan dengan kertas mampu mengurangi kandungan tersebut secara signifikan.

Penelitian Rodriguez (2018) menunjukkan konsumsi tiga hingga lima cangkir kopi sehari berkaitan dengan penurunan risiko kardiovaskular hingga 15 persen.

Namun, pada penderita hipertensi berat, konsumsi dua cangkir atau lebih per hari justru dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian menurut studi American Heart Association (2022).

Di sisi lain, perhatian terhadap kopi juga muncul dalam industri global. International Coffee Organization (ICO) meluncurkan Coffee Market Intelligence Platform di Geneva pada 30 September 2026.

Direktur Eksekutif ICO, Vanúsia Nogueira, menegaskan data kredibel dapat membantu pemangku kepentingan membuat keputusan lebih baik terkait produksi, investasi, perdagangan, manajemen risiko, dan keberlanjutan.

Dengan demikian, kopi tidak hanya menjadi bagian dari budaya dan industri, tetapi juga memiliki kaitan erat dengan kesehatan. Konsumsi bijak sesuai kondisi tubuh menjadi kunci agar manfaat kopi dapat dirasakan tanpa menimbulkan risiko. (rom)