SIDOARJO,BANGSAONLINE.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sidoarjo menyalurkan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui renovasi Musala Al-Falah di Dusun Tanggulrejo, Kelurahan Porong, Kecamatan Porong, sekaligus meluncurkan program pemberdayaan ekonomi bagi warga prasejahtera.
Renovasi musala tersebut merupakan hasil kolaborasi Baznas Sidoarjo dengan Bank BSI dan Baitul Maal Hidayatullah (BMH). Musala yang menghabiskan anggaran sekitar Rp94 juta itu diresmikan Asisten I Sekda Sidoarjo Ainun Amalia didampingi Ketua Baznas Sidoarjo M Chasbil Azis Salju Sodar, Rabu (7/10/2026).
Peresmian Musala Al-Falah turut dihadiri jajaran pimpinan Baznas Sidoarjo, Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo M Dhamroni Chudlori, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Kehadiran musala tersebut diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas ibadah, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk menjalankan berbagai kegiatan keagamaan.
Peresmian Musala Al-Falah juga dirangkai dengan peluncuran program ekonomi Baznas Sidoarjo untuk mendorong kemandirian finansial warga di sekitar lokasi.
Ketua Baznas Kabupaten Sidoarjo M Chasbil Azis Salju Sodar mengatakan, pembangunan Musala Al-Falah merupakan salah satu bentuk penyaluran dana ZIS kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Musala Al-Falah ini kami bangun untuk memberikan fasilitas ibadah yang layak bagi warga Dusun Tanggulrejo. Semoga bisa menjadi pusat kegiatan keagamaan, dakwah, dan pembinaan umat,” cetus Gus Jazuk, panggilan karib M Chasbil Azis Salju Sodar.
Asisten I Sekda Sidoarjo Ainun Amalia mengapresiasi langkah Baznas Sidoarjo tersebut. Menurutnya, kolaborasi pemerintah dengan lembaga amil zakat penting agar berbagai program sosial dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Pemerintah memberikan berbagai program agar bisa dirasakan semaksimal mungkin oleh masyarakat. Karena itu, sinergi dengan Baznas menjadi penting,” tandas Ainun.
Bagi warga Tanggulrejo, keberadaan Musala Al-Falah bukan sekadar bangunan baru. Musala tersebut diharapkan menjadi tempat ibadah, mengaji, pembinaan keagamaan, sekaligus ruang untuk mempererat silaturahmi warga.
Baznas Sidoarjo berharap masyarakat turut menjaga dan memakmurkan musala tersebut secara berkelanjutan. Dengan demikian, manfaat pembangunan tidak berhenti pada peresmian, tetapi dapat terus dirasakan warga.
Selain meresmikan musala, Baznas Sidoarjo juga meluncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi melalui penyaluran bantuan ayam petelur bagi warga prasejahtera.
Program tersebut ditujukan kepada 16 keluarga prasejahtera di wilayah tersebut sebagai upaya mendorong kemandirian finansial dan meningkatkan perekonomian keluarga.
Wakil Ketua IV Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Administrasi, dan Umum Baznas Sidoarjo, Ilhamuddin, menjelaskan bahwa setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan fasilitas berupa 12 ekor ayam petelur beserta kandang modern.
Total anggaran yang disalurkan Baznas Sidoarjo untuk program pemberdayaan ekonomi tersebut mencapai Rp64 juta.
"Program ini kami peruntukkan bagi warga kurang mampu agar mereka bisa mandiri secara ekonomi dari rumah. Dengan modal 12 ekor ayam petelur perpenerima, kami harapkan dapat membantu meningkatkan taraf hidup serta perekonomian keluarga mereka secara berkelanjutan," jelas Ilhamuddin. (sta/van)










