PUNYA VERSI SENDIRI: Tersangka Jessica Kumala Wongso saat rekonstruksi di Kafe Olivier, Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (7/2). foto detik.com
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Tersangka kasus kematian Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso menolak rekonstruksi kedua yang dibuat penyidik berdasar fakta-fakta di lapangan. Selain soal adegan menuangkan racun, Jessica juga menolak keterangan salah satu karyawan kafe.
"Yang kita tolak, ada kata-kata pelayannya kafe Olivier bilang bahwa Jessica mengatakan 'dicampur apa kopinya', padahal Jessica tidak katakan itu," ujar Yudi Wibowo Sukinto pengacara Jessica di Mal Grand Indonesia, Jakpus, seusai rekonstruksi, Minggu (7/2).
Jessica menolak mengikuti rekonstruksi kedua yang digelar penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya berdasarkan fakta dan kesesuaian keterangan para saksi. Tetapi menurut Yudi, rekonstruksi kedua itu berdasarkan CCTV. "Versi penyidik itu katanya ada CCTV, kan yang atur penyidik, suruh ikuti wong kita enggak lihat CCTV-nya. Kalau mengikuti rekonstruksi sesuai penyidik berarti kita mengakui, kan tidak ada itu," jelas Yudi.
Adegan yang ditolak yakni adegan pada saat Jessica menuangkan racun sianida ke kopi Mirna. Hal ini pun masih dibantah oleh Jessica. "Ada buktinya tidak Jessica menuangkan racun? Kan enggak ada itu," imbuhnya.
Rekonstruksi dipimpin langsung oleh Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti dan Kasubdit Jatanras AKBP Herry Heryawan. Rekonstruksi digelar mulai pukul 08.30 WIB dan berakhir pada pukul 20.30 WIB.
Selain di Kafe Olivier, Jessica juga memperagakan adegan pada saat membeli tiga buah sabun di Bath & Body Works lantai tiga Mal Grand Indonesia. Sabun itu dimasukkan ke dalam tiga tas kertas (paper bag) yang tadinya akan diberikan kepada Mirna, Boon Juwita alias Hani dan satu temannya yang tidak jadi datang ke Kafe Olivier.
Setelah memperagakan adegan beli sabun, Jessica kemudian mempraktekan adegan saat Mirna dibawa ke klinik di basement GI hingga mengantar Mirna ke RS Abdi Waluyo bersama suami Mirna, Arief Soemarko dan Hani.
Penolakan Jessica itu dianggap kunci bagi penyidik. "Banyak gerakan-gerakan yang ditolak, dan itu kunci bagi kami," ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti kepada wartawan di Mal Grand Indonesia, Jakpus, Minggu (7/2).
Hanya saja, Krishna masih merahasiakan gerakan apa yang ditolak oleh Jessica. "Itu nanti di pengadilan," imbuhnya. Menurut Krishna, penyidik Subdit Jatanras yang menggelar rekonstruksi kedua itu sudah mengingatkan apa adegan-adegan yang ditolak Jessica yang memang sesuai dengan fakta-fakta dan keterangan saksi-saksi.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




