Kemacetan Kian Parah di Surabaya, Tol Tengah Kota Bisa jadi Alternatif

Apalagi, lanjutnya, di kawasan tengah kota nantinya sudah ada rencana pembangunan mass transportation. Proyek transportasi massal berupa trem ini yang harus segera ditindaklanjuti. “Jadi, pembangunan fly over atau tol tengah kota adalah langkah terakhir,” tegasnya.

Dia mengakui, keberadaan tol tengah kota juga merupakan salah satu alternatif dalam mengurai kemacetan, terutama sepanjang jalan yang ada banyak persimpangannya. Namun, kebutuhan pembangunannya tetap menjadi alternatif terakhir.

Soal terbitnya Perpres No 3/2016 tentang Percepatan Proyek Strategis Nasional (PPSN), proyek tol tengah kota di Surabaya, imbuh Awey, hal itu bukan masalah. Sebab, terangnya, untuk pelaksanaannya tetap harus melihat kondisi daerah dan tingkat urgensitasnya. ”Silakan perpres, tetapi harus melihat kondisi di daerah,” ujar dia.

Selumnya diberitakan, sesuai Perpres No 3/2016, proyek tol tengah kota Surabaya masuk di urutan 28 dari total 225 proyek strategis yang harus dipercepat pembangunannya. Itu artinya, proyek yang akan menghubungkan kawasan Waru, Wonokromo, hingga Tanjung Perak itu sifatnya mendesak.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Kemacetan Kian Parah di Surabaya, Tol Tengah Kota Bisa jadi Alternatif - Halaman 2