Mengharukan, Perjuangan Orangtua Demi Pendidikan Anaknya yang Terbelakang Mental

“Alhamdulillah, justru saat pasrah itu, Balqis mulai belajar berjalan tertatih-tatih,” kenangnya saat ditemui di rumahnya, Rabu (29/6).

Perkembangan Balqis tidak seperti anak pada umumnya. Meski sudah belajar berjalan, tapi kelihatan sangat kerepotan. Bahkan ketika mulai belajar bicara, kata-kata yang diucapnya pun tidak terdengar jelas. Badan Balqis juga terlihat selalu gemetar. Ketika ada suara atau apa pun yang membuat kaget, sekujur badan Balqis langsung tegang.

Saat Balqis berumur lima tahun, Fuad mulai berpikir tentang pendidikan sang anak. Kelainan pada Balqis dianggap sebagai anugerah yang harus disyukuri, karena membuatnya berpikir bahwa Tuhan benar-benar berkuasa atas segala sesuatu.

“Kondisi Balqis saya syukuri. Ini anugerah terindah yang diberikan Tuhan. Maka, saya bertanggung jawab atas apa yang menjadi haknya, termasuk pendidikan yang harus dia tempuh.”


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: