Atasi Kawasan Kumuh, Kementerian PUPR Targetkan Bangun 3.050 Unit Rusun

Sementara itu, saat memperingati Hari Habitat Dunia Tahun 2016 Syarif mengatakan, tingginya tingkat urbanisasi masyarakat ke wilayah perkotaan mendorong adanya peningkatan kebutuhan rumah bagi masyarakat. Untuk itu, diperlukan sebuah upaya penyediaan rumah yang layak huni bisa ikut menggerakkan kota menjadi kota yang nyaman dan memiliki fungsi yang berkelanjutan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakatnya.

Data BPS tahun 2010 menyebutkan, angka urbanisasi masyarakat ke wilayah perkotaan sekitar 49,8 persen sedangkan tahun 2015 cukup tinggi yakni sekitar 53,3 persen. Semakin tinggi urbanisasi akan berdampak pada kebutuhan rumah masyarakat.

Pemerintah terus berupaya mengantisipasi adanya peningkatan kebutuhan rumah yang ada dengan melaksanakan Program Satu Juta Rumah. Meskipun demikian, pemerintah daerah sebagai pihak yang mengetahui secara pasti jumlah kebutuhan rumah masyarakatnya harus memberikan perhatian khusus untuk mengantisipasi timbulnya kawasan-kawasan kumuh akibat tidak tersedianya hunian yang layak.

Urbanisasi per tahun diperkirakan meningkat sekitar 3,5 persen. Permintaan rumah semakin tinggi sedangkan lahan atau tanah yang tersedia tidak bertambah. Jangan sampai Pemda tidak mengantisipasi hal ini jika tidak ingin timbul kawasan kumuh karena tidak tersedianya rumah yang layak bagi masyarakatnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: