Terkait dukungan psikososial, Khofifah menjelaskan bahwa hal tersebut terus diberikan kepada para korban banjir. Sasaran utamanya yakni anak-anak, lansia, dan wanita dewasa. Dengan harapan, mereka tidak mengalami trauma berkepanjangan dan melanjutkan hidup dengan penuh semangat.
Adapun jenis layanan dukungan psikososial yang diberikan yaitu team building, trauma healing, konseling, terapi spritual, terapi kecemasan, bermain, olahraga, melatih konsentrasi belajar, dan membuat berbagai kerajinan tangan.
Menurut Mensos, dalam jangka panjang korban bencana tersebut memerlukan penanganan pasca trauma atau post trauma disorder (PTSD).
"Dukungan psikososial telah diberikan kepada kurang lebih 1.693 anak dan 580 keluarga," jelas Khofifah.










