Mensos bersama Bupati Gresik didampingi wakilnya saat menghadiri sosialisasi penerapan DTSEN. Foto: Ist
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Kementerian Sosial (Kemensos) berkolaborasi dengan Pemkab Gresik menyosialisasikan penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada Senin (30/3/2026).
Kegiatan bertema 'Kolaborasi Program Prioritas Presiden Dalam Rangka Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi' ini bertujuan memastikan bantuan sosial (bansos) tepat sasaran, dan menjangkau warga yang paling membutuhkan.
BACA JUGA:
- Pemkab Gresik Raih WTP ke-11 Berturut-turut, BPK Soroti Pentingnya Tata Kelola Bersih
- Bupati Gresik Tekankan Integritas Pengadaan Barang dan Jasa
- Izin PKL Kali Avoor di Driyorejo Gresik Disebut Sudah Kedaluwarsa Lebih dari Belasan Tahun Lalu
- Sekda dan Kepala Disperta Gresik Pensiun, 5 Jabatan Eselon II Kosong
Acara dihadiri oleh Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul); Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani; dan wakilnya, Asluchul Alif. Dalam sambutannya, Menteri Sosial menekankan pentingnya pengakhiran ego sektoral data sesuai Inpres Nomor 4 Tahun 2025.
Mulai 2025, data kemiskinan dipusatkan pada satu pintu yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS) dan disajikan dalam peringkat desil 1 hingga 10.
“Bupati, Wakil Bupati Gresik, hingga para pendamping dan operator SIKS-NG desa/kelurahan harus memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan data yang lebih akurat,” kata Gus Ipul sapaan akrab Saifullah Yusuf.
Ditegaskan pula olehnya bahwa data kemiskinan bersifat dinamis, sehingga perlu pemutakhiran terus-menerus melalui jalur formal maupun partisipasi masyarakat. Hasil pemutakhiran dari desa akan dibawa ke Jakarta untuk diolah dan disajikan setiap tiga bulan.
“Langkah ini merupakan bentuk intervensi nyata pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan serta pemberian perlindungan sosial yang tepat sasaran,” ucap Gus Ipul.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




