"Stupa adalah simbol kebesaran Nganjuk, jadi batik yang bercorak stupa akan langsung bisa dipastikan batik Nganjuk," jelasnya.
Adapun dalam lomba ini juri telah memutuskan ada 12 pemenang, yakni masing-masing dari kategori umum 6 orang dan pelajar 6 orang. Selanjutnya, Disperindag akan mematenkan karya para pemenang ini, dengan tujuan agar bisa diproduksi dan diperbanyak oleh seluruh masyarakat pengrajin batik.
Dalam lomba ini, Disperindag mendatangkan tim juri yang terdiri dari tiga orang, yakni Dr H Soetrisno R MSi yang merupakan tokoh masyarakat dan pengamat batik, Masiswo S.Sn M.Sn dari Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta, dan Drs H Muhammad Arif Jati Purnomo M.Sn dari Fakultas Seni Rupa dan Desai Institut Seni Indonesia Surakarta.
Soetrisno selaku ketua juri mengatakan, bahwa Nganjuk memang perlu identitas yang jelas, khususnya terkait batiknya. Menurutnya, selama ini masyarakat hanya mengenal bahwa batik yang dipakai hanya batik, tanpa mengetahui dari mana asal batik itu dibuat.










