Khofifah-Emil usai menerima rekom dari DPP Partai Golkar. foto: ist
“Kondisi ini bisa jadi indikasi bahwa di Jawa Timur telah terjadi krisis kepemimpinan. Artinya kader partai politik tidak memiliki kepercayaan diri untuk maju bersaing dalam kontestasi Pilkada Jawa Timur,” ujar Notulen Indonesia Lawak Klub ini.
Fenomena krisis kepemimpinan di Jawa Timur juga dijelaskan Petrus, ketika berbicara tentang potensi 3 paslon yang akan bersaing di Pilgub Jatim. Manuver politik yang dilakukan sisa parpol, yakni Gerindra, PAN, dan PKS praktis belum menyebut kader parpol
“Hanya PAN yang konsisten mengusung kader partai, ada Masfuk, Suyoto, bahkan nama Anang Hermansyah. Namun karena proporsi parlemen hanya 7 kursi, PAN cukup realitis untuk memasang kadernya sebagai Calon Wakil Gubernur,” ujarnya
Siapa saja nama kader partai yang potensial? Ditanya demikian, Petrus menyebut sejumlah nama seperti Supriyanto, Anwar Sadad, Masfuk, Suyoto bahkan Bambang Haryo yang idealnya dapat diusung oleh parpol.
Hasil Riset IPOL menyebutkan, komposisi Cagub – Cawagub Alternatif mengerucut pada 3 pasangan calon. Hasil ini berdasarkan Popularitas, Tone, Sentimen, dan Influence yang dilakukan oleh IPOL Media Monitoring selama 3 bulan terakhir
‘Kami melakukan simulasi 3 paslon kader parpol ditambahkan La Nyalla. Hasilnya pasangan Bambang Haryo – Masfuk 42%, La Nyalla – Suyoto39 %, Anwar Sadad – Anang Hermansyah 30%. Tren pemberitaan masing-masing personal terus menguat,” pungkas Petrus. (mdr/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




