Dia menambahkan, Jika pada tahun 2017 lalu pihaknya menganggarkan sebesar Rp 6,9 miliar pada APBD Kota Kediri untuk pembangunan hutan kota ini, namun dalam pelelangan ditawar Rp 6,6 miliar.
Sementara itu, meski telah dibuka, masih ada banyak kekurangan dan mendapat keluhan dari sejumlah masyarakat. Di antaranya banyak nyamuk dan tempat parkir yang belum banyak diketahui, karena tidak ada papan penunjuk arah. “Tamannya cukup bagus, tapi sayangnya nyamuknya banyak banget mas,” ujar Lastri saat berkunjung.
Keluhan yang sama juga diutarakan Ketua Komsi C DPRD Kota Kediri Reza Darmawan. Saat rapat dengar pendapat besama DLHKP, ia mengeluhkan banyaknya genangan air di sejumlah titik usai diguyur hujan. “Kalau setelah hujan susah sekali airnya kering, akhirnya banyak genangan air di mana-mana,” keluhnya.
Mendapat sejumlah keluhan itu, Didik mengaku memang daerah hutan kota resapan air kurang bagus, makanya dalam tahap dua nanti akan dilakukan perbaikan. Seperti pavingisasi, agar air tidak menggenang.










