Kondisi Jali ketapang yang semakin dangkal membuat warga di sekitarnya menjadi langganan banjir.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Kondisi sungai yang berada di sekitar semburan lumpur Lapindo semakin dangkal. Imbasnya, jika musim hujan permukiman penduduk di kawasan itu menjadi langganan banjir.
Salah satu sungai yang mengalami pendangkalan adalah Kali Ketapang. Sungai yang berada di sisi utara tanggul lumpur ini setiap tahun harusnya dinormalisasi agar tidak menyebabkan banjir.
BACA JUGA:
- Bhabinkamtibmas Taman Salurkan Sembako ke Warga Terdampak Banjir
- Sidak Banjir di Perbatasan Desa Tambak Sawah - Tambak Rejo, Begini Solusi dari Bupati Sidoarjo
- Golkar Sidoarjo Ingatkan Pemkab Soal Master Plan Penanganan Banjir
- Banjir di Jalan Raya Porong Ganggu Lalu Lintas, Warga Minta Penanganan Cepat
Pemukiman warga setempat, setiap musim hujan, seperti di Desa Kalitengah, Ketapang dan Desa Gempolsari Kecamatan Tanggilangin, setiap tahun menjadi langganan banjir.
"Kalau hujan turun, Gempolsari sering banjir,. Karena air saluran yang mengalir ke Kali Ketapang, cenderung kembali. Dangkalnya sungai mengakibatkan tak kuasa menampung volume air," ujar Ahmad, salah satu warga Gempolsari, Selasa (13/2).
Di Desa Gempolsari yang menjadi kawasan langganan banjir, yakni RT 10 RW 02 dan lainnya. Jika hujan turun, air menggenani kawasan tersebut. Kondisi seperti ini sudah bertahun-tahun, terutama kawasan yang berbatasan dengan sungai. Air tidak segera surut karena volume air di sungai juga tinggi.
Warga beberapa waktu lalu sudah menyampaikan protes ke PPLS (Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo). Intinya minta segera ada penanganan agar tidak banjir. Salah satunya, dengan mengeruk sungai yang dangkal akibat endapan lumpur. Apalagi Sungai Ketapang merupakan saluran yang melintasi pemukiman penduduk.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




