HIPPAM Sumur Agung selama ini bekerja dengan melibatkan masyarakat sekitar termasuk penerima manfaat. Mulai dari perawatan tandon beserta menaranya, penggantian alat atau pipa yang rusak, dan membantu bagian administrasi. "Ada 3 unit HIPPAM yang anggotanya merupakan warga sekitar semua," tambahnya.
Menurut Jamal, dengan adanya HIPPAM ini, selain masyarakat mendapatkan kemudahan mendapatkan akses air bersih, juga keringanan biaya dibandingkan jika memasang saluran dari Peusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
"Kalau dari PDAM, biaya pemasangannya saja Rp1.300.000 belum beban bulanan yang mencapai Rp 50.000 lebih," tandasnya.
Biaya yang dikenakan oleh HIPPAM sendiri digunakan untuk operasional sehari-hari, biaya perawatan, listrik, dan upah pegawai. Sehingga, masyarakat sangat diuntungkan dengan adanya HIPPAM, terlebih sebentar lagi akan dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).









