"Dengan Indeks Pembangun Manusia (IPM) yang masih rendah, yakni berada di urutan 32 dari 38 kabupaten, kita semua harus berjuang bersama memajukan dunia pendidikan. Namun ia tetap optimis kabupaten Pamekasan ke depan bisa lebih baik lagi," ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator SMK Mini Atiqurrahman menjelaskan, program SMK mini merupakan pemberdayaan SMK di bawah pondok pesantren dari Provinsi Jatim yang berkelanjutan. Sehingga SMK di bawah pondok juga bisa meningkatkan skill dan kemampuan sehingga bisa bersaing dengan UMKM sekitar.
"Program SMK Mini sudah berjalan dari tahun 2014 sampai sekarang secara berkelanjutan," tutur Atiq yang juga merupakan kepala sekolah SMK Al-Anwar.
Atiq menambahkan, yang dilatih dalam program SMK Mini adalah siswa, alumni juga dari masyarakat sekitar sehingga pengembangan dapat meningkatkan kemampuan mereka.










