Di hari pertama, siswa diajarkan baris berbaris. Agar mereka sadar kalau dalam satu barisan, yakni untuk mengawal NKRI. "Walaupun berbeda bahasa, adat, suku barisan, kita adalah NKRI, itu tidak bisa diserahkan kepada alam, itu harus disiapkan. Proses awal yang paling save adalah di awal mereka masuk SMA, yakni MPLS. Ini untuk membangun jati diri sebagai generasi Indonesia yang kuat," ujarnya.
"Outputnya, kita harapkan mereka selain memiliki jati diri kebangsaan Indonesia yang kuat, juga sebagai koordinator dan tutor untuk menyemai ilmunya di tempat masing-masing," urai Gubernur perempuan itu.
Selama di Koarmada II, para siswa mendapatkan bimbingan dengan kendali Dinas Potensi Maritim (Dispotmar) Koarmada II. Mereka menginap di atas KRI dr. Soeharso 990, dan di KRI Teluk Ende 517, selama tiga hari 16 hingga 18 Juli 2019.
Selain itu, mereka mendapatkan teori juga tentang Kebangsaan dan Bela Negara. Antara lain mengenal Jati Diri Bangsa, Anti Radikalisme dan Narkoba, serta Mitigasi Bencana.










