Bupati Fadeli saat mengampanyekan makan ikan.
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Bupati Lamongan Fadeli mengaku cukup prihatin dengan masih adanya stunting di Lamongan, meski beberapa tahun terakhir mengalami penurunan. Hal itu karena Kabupaten Lamongan adalah penghasil ikan terbesar di Jawa Timur.
Produksi ikan Lamongan di setiap tahunnya tidak kurang dari 130 ribu ton. Namun angka konsumsi ikan hanya 45,82 kilogram per kapita per tahun. “Seharusnya bisa lebih dari itu,” jelasnya saat Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Desa Ganggangtingan Kecamatan Ngimbang, Selasa (13/8).
BACA JUGA:
- Libur Panjang Iduladha, KAI Catat Stasiun Lamongan Layani Lebih dari 7.200 Penumpang
- Stadion Surajaya Rusak di Sejumlah Titik, Disbudporapar Lamongan Ajukan Perbaikan ke Kementerian PU
- Eks Kepala UPT Bantah Isu Jual-Beli Kios Pasar Hewan Bakalanpule Lamongan
- Jasa Bakar Kepala Kurban di Lamongan Diserbu Warga, Empat Tungku Tak Cukup
Diungkapkan Fadeli, pada tahun 2017 angka stunting di Kabupaten Lamongan mencapai 23 persen, dan turun menjadi 14 persen di tahun 2018. Angka ini kembali turun menjadi 9 persen di awal tahun 2019.
“Di akhir tahun 2019 nanti, ditargetkan turun menjadi 5%, sehingga pada tahun 2020 Lamongan akan Zero Stunting,” katanya.
Fadeli meyakini, dengan kerja sama yang baik antara masyarakat, pemerintah, TP PKK, kader posyandu, dan tim medis, target zero stunting di tahun 2020 akan tercapai.
Sementara Direktur Pemasaran Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Perikanan dan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan Mahfud mengungkapkan, bahwa angka stunting di Indonesia sangat mengkhawatirkan, yakni 36 persen.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




