Kebakaran hutan dan lahan di Jember.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Secara rinci, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur, terpantau ada tiga titik api yang disampaikan oleh BPBD setempat.
Sejumlah personel kurang lebih 19 orang dan dibantu sejumlah relawan diterjunkan untuk melakukan pengamatan serta upaya pemadaman.
BACA JUGA:
- Hendak Gagalkan Curanmor, Karyawati SPPG di Umbulsari Jember Dibacok Pelaku
- Libur Lebaran, Pemkab Jember Sediakan Nakes dan Ambulans di Lokasi Wisata
- Ombudsman RI Tetapkan Jember sebagai 10 Besar Kabupaten Terbaik dalam Layanan Publik
- BP Taskin Soroti Jember, 124 Ribu Warga Masih Masuk Kategori Miskin Ekstrem
Mereka diposkan di wilayah tersebut, tepatnya kawasan lereng Gunung Argopuro. Di antaranya, Kelurahan Mojan, Kecamatan Patrang; Desa Suci, Kecamatan Panti; dan Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk.
"Jalur panti 5 orang menuju puncak Argopuro, tepatnya di Cikasur untuk menjangkau titik api terjauh, dengan berjalan kaki. Estimasi 2 sampai 3 hari. Tugasnya melakukan assessment dan pemetaan luasan," ujar Kabid Kedaruratan dan Logiatik Heru Widagdo saat dikonfirmasi di Pusdalops BPBD Jember, Senin (21/10/2019) pagi.
Untuk jalur Mojan sifatnya hanya koordinasi. Diketahui ada 6 personel yang berada di sana. "Untuk wilayah Jelbuk ada 8 personel yang berada di lokasi. Kemudian diketahui tadi malam, terpantau kobaran api merembet ke Kawasan Hutan KPH Jember tepatnya Petak 74," ungkapnya
Selain dilakukan assessment dan pemantauan, petugas juga melakukan upaya pemadaman. "Dengan alat seadanya, dan alat spray (pemyemprot air) yang digendong. Total sementara ini, ada kurang lebih 19 personel BPBD yang diterjunkan, dibantu juga dari relawan MDMC dua orang, SAR OPA, dan lainnya," tandasnya. (jbr1/yud)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




