Kondisi salah satu rumah di Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, usai diterjang longsor pada Sabtu (29/11/2025) siang.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Tanah longsor menerjang kawasan permukiman di Jalan Samahudin, RT 03 RW 10, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, pada Sabtu (29/11/2025) siang.
Insiden yang berlangsung sekira pukul 13.30 WIB tersebut merusak bagian dapur milik Sutrisno (67).
Laporan dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Jember menyebutkan bahwa longsor terjadi akibat melemahnya fondasi atau plengsengan rumah yang berada tepat di bibir sungai.
Arus sungai yang terus menggerus tebing diduga menjadi penyebab utama keruntuhan struktur penahan tanah.
Kepala BPBD Kabupaten Jember, Indra Tri Purnomo, menjelaskan bahwa tanda-tanda longsor sebenarnya sudah tampak sejak pagi hari.
“Sekira pukul 06.00 sudah terlihat pergerakan tanah. Puncaknya membuat tembok belakang, tepatnya bagian dapur rumah Pak Sutrisno, roboh. Luas longsoran mencapai kurang lebih 5 meter panjang dan 6 meter tinggi,” terang Indra pada Sabtu sore.
Meski bangunan mengalami kerusakan cukup berat, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Indra memastikan tim BPBD segera merespons begitu menerima informasi dari warga.
Petugas dari Bidang Kedaruratan dan Logistik serta Bidang Rehabilitasi dan Konstruksi tiba di lokasi sekira pukul 11.15 WIB.
Penanganan darurat dilakukan melalui asesmen kerusakan, pendataan dampak longsor, pemasangan terpal berukuran 5x6 meter untuk mencegah longsor bertambah, hingga penyaluran bantuan logistik.
Bantuan yang diberikan meliputi satu paket sembako, dua terpal, dua paket makanan siap saji, serta dua paket lauk pauk.
“Kami sudah menyelesaikan langkah-langkah awal, termasuk memasang terpal, dan menyalurkan bantuan logistik. Saat ini penanganan darurat di lokasi sudah rampung, dan tim telah kembali ke pos,” ujar Indra.
Kendati cuaca di lokasi terlihat cerah, BPBD mengingatkan bahwa ancaman longsor lanjutan masih cukup tinggi.
“Belum ada kegiatan pembersihan material, dan risiko paling besar adalah longsor susulan jika erosi sungai terus berlanjut, terlebih saat debit sungai meningkat,” tegasnya.
Indra juga mengimbau warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, kondisi fondasi rumah di kawasan tersebut berpotensi ambles apabila tebing kembali mengalami pengikisan.
Sebagai tindak lanjut, BPBD Jember akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan terkait rencana penanganan pascabencana, termasuk rehabilitasi struktur yang terdampak.
Hingga kini, BPBD terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyiapkan kesiapsiagaan penuh menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. (nga/yud/rev)












