"Tentu saja gergajinya dalam kondisi prima. Namun anehnya gergaji mesin ini kerap macet," keluhnya.
Walau demikian, pekerjaan tersebut bukan tanpa membuahkan hasil. Petugas dapat memangkas beberapa ranting, meski hanya yang berukuran kecil saja.
Petugas tak patah arang. Mereka berjibaku sampai sore, meski menjelang malam debit air terus meningkat. Untuk mengantisipasi keadaan tidak diinginkan, maka eksekusi pohon raksasa itu pun dihentikan dan akan dikordinasikan kembali esok hari.
Hajah Eni, seorang warga setempat mengungkapkan harus ada sesajen dalam eksekusi ini. "Dam Telusur tidak bisa dianggap enteng, karena dam ini merupakan dam keramat. Oleh karenanya harus dimulai dengan doa, bahkan harus dengan sesembahan sesaji jika perlu," terang Eni.










