"Harapannya setelah orang nomer satu (Wali Kota, Red) datang kan cepat ditangani. Jelas was-was lah, kalau pas tidur keseret air lak bagaimana. Berarti cerita (banjir) 2004 lalu kan terulang lagi," keluh Sugeng Wahyudi, warga Ngaglik, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kamis (6/2) tadi siang.
Pemilik warkop tersebut berharap ada tindakan nyata dari pemerintah. "Ya perlu ada tindakan. Kalau hujan gini, jelas kan nggak mungkin kalau mau membangun plengsengan. Tapi kalau pakai sistem bronjong, jelas bisa lah. Ya itu digunakan biar kami tidak was-was terus," harapnya.
Plengsengan tanggul Sungai Sadar di Ngaglik, Kranggan Jebol Selasa 4 Februari lalu. Peristiwa ini menarik respons Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari. Dia langsung sidak ke TKP bersama Kepala Dinas PUPR dan Lurah Kranggan.
Kejadian serupa menimpa tanggul di Kelurahan Gunung Gedangan. Ironisnya, hingga siang kemarin tak ada kegiatan penanganan apapun dari instansi terkait. Di Ngaglik, tanggul longsor sepanjang kurang lebih 10 dibiarkan saja. Hanya ada tali macam police line menjadi tanda potensi bahaya.










