Menurut Arief, kegiatan normalisasi sungai sudah dua kali dilakukan oleh Minarak. Pertama pada 26 Januari 2020 di TA 16 Desa Kedungbanteng dan kedua dilakukan 20 Februari 2020. Kegiatan normalisasi ini rencananya akan terus dilakukan hingga tiga minggu ke depan.
Minarak juga berupaya membuat kisdam atau bendungan sementara, agar air dari Desa Kedungpeluk tidak masuk ke wilayah Desa Kedungbanteng. Pembuatan kisdam atau bendungan dilakukan di RT 7 Desa Kedungbanteng, dan Desa Banjarpanji dekat tambak.
"Keputusan itu hasil koordinasi dengan Pak Wabup (Plt bupati) dan dinas-dinas terkait di Pemkab Sidoarjo," kata Arief.

BACA JUGA:Sidak Banjir di Perbatasan Desa Tambak Sawah - Tambak Rejo, Begini Solusi dari Bupati Sidoarjo
TAGS:banjir sidoarjo










