Para buruh saat menggelar aksi demo di Kantor Pemkab Gresik. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Pandemi virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Gresik yang berdampak terhadap lesunya perekonomian, membuat sejumlah perusahaan oleng.
Sebagian dari perusahaan itu telah mengeluarkan kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawannya.
BACA JUGA:
- Pemkab Gresik Raih WTP ke-11 Berturut-turut, BPK Soroti Pentingnya Tata Kelola Bersih
- Bupati Gresik Tekankan Integritas Pengadaan Barang dan Jasa
- Izin PKL Kali Avoor di Driyorejo Gresik Disebut Sudah Kedaluwarsa Lebih dari Belasan Tahun Lalu
- Sekda dan Kepala Disperta Gresik Pensiun, 5 Jabatan Eselon II Kosong
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik, Ninik Asrukin melalui Kabag Humas dan Protokol, Reza Pahlevi mengungkapkan, sudah ada 23 perusahaan yang mem-PHK karyawannya terhitung hingga 13 April 2020.
"Total karyawan yang di-PHK mencapai 1.872 orang," ujar Reza kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (15/4).
Menurut Reza, 23 perusahaan tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Kecamatan Gresik, Manyar, Kebomas, Cerme, Menganti, Driyorejo, dan sejumlah kecamatan lain.
Reza memperkirakan jumlah karyawan yang terkena PHK dampak Covid-19 akan terus bertambah. "Jadi, data 1.872 karyawan yang di-PHK itu terhitung per 13 April. Diperkirakan akan terus bertambah," terangnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




