"Kebijakan seperti apa pun merupakan dari pimpinan. Apalagi koordinasi bersifat tertutup dan bukan suatu rapat rahasia karena untuk kepentingan masyarakat Nganjuk," katanya.
"Saya sayangkan. Kita memerangi masalah penanganan Covid-19 atau Corona secara bersama, kenapa harus tertutup atau dirahasiakan. Ini disayangkan," keluhnya.
Dijelaskannya, bahwa masyarakat juga ingin mengetahui seperti apa keseriusan pemerintah dalam penanganan Covid-19. "Keterbukaan informasi yang sifatnya untuk masyarakat jangan dirahasiakan, agar kita juga bisa saling menerima masukan dari luar," jelas Karyo.
Sementara Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono mengatakan bahwa rapat koordinasi tersebut sifatnya masih internal. Karena menurutnya, selama ini masih ada kebuntuan antara DPRD dan bupati.










