Budi Sasongko, Direktur Utama PT Garam (Persero).
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang industri pengolahan dan perdagangan garam, PT Garam (Persero) melakukan pemeriksaan cepat (rapid test) terhadap semua pegawai dan karyawan.
Hasilnya, dari ratusan jumlah karyawan, satu di antaranya reaktif. Namun, setelah menjalani isolasi mandiri dan dilakukan rapid test kembali serta dites swab, satu karyawan tersebut dinyatakan negatif Covid-19, "Satu, tapi sudah selesai tidak ada masalah," kata Budi Sasongko, Direktur Utama PT Garam (Persero), Rabu (24/6/2020).
BACA JUGA:
- Harga Garam di Gili Raja Sumenep Turun Saat Musim Produksi Mulai Ramai
- 1.356 CJH Sumenep Berangkat ke Tanah Suci, Wabup Ingatkan Cuaca Ekstrem di Makkah
- YBM PLN Salurkan Bantuan Ternak Kambing untuk Buruh Serabutan di Sumenep
- Sambut Musim Tanam Tembakau, Petani Sumenep Mulai Semai Bibit, Harga Capai Rp50 Ribu per Ikat
Jumlah pegawai PT Garam (Persero) yang berkedudukan di Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep itu sedikitnya sekitar 600 orang. Semuanya sudah dilakukan rapid test sebagai langkah awal dalam pencegahan penyebaran virus corona, "Pelaksanaan rapid test kami lakukan setiap 10 hari sekali," jelasnya.
Semua karyawan, imbuhnya, juga sudah diberi vitamin dan ramuan herbal guna meningkatkan daya imunitas tubuh, serta mengurangi kegiatan yang bersifat tatap muka selama pandemi Covid-19 melanda.
"Dan kami menerapkan standar nasional protokol Covid-19, baik di pabrik maupun di kantor. Kami sangat hati-hati betul di masa pandemi ini," katanya.
Dikatakannya, rapid test merupakan metode screening awal untuk mendeteksi antibodi yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus corona. Dengan begitu, warga yang dinyatakan reaktif belum tentu terpapar virus ganas itu. (aln/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




