Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat datang ke Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jum'at (26/6).
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo memastikan bahwa bantuan sosial (Bansos) pertanian saat ini belum disalurkan. Pasalnya, pihaknya masih menunggu bantuan dari kementerian yang lain.
"Bansos pertanian belum tersalurkan, ya biar bantuan yang lain jalan dulu," ujar Limpo saat datang ke Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jum'at (26/6).
BACA JUGA:
- Kolaborasi PT UTSG dan BUMDes Karanglo Sukses Panen 4 Ton Bawang Merah Senilai Rp120 Juta
- Pemkab Tuban Raih WTP 11 Kali Beruntun, Ketua DPRD Minta Pemkab Pertahankan Tren Positif
- Pemkab Tuban Salurkan 42 Hewan Kurban, Dibagikan ke Kecamatan hingga Ormas
- Buka Ruang Kritik Lewat FKP, Satpol PP dan Damkar Tuban Komitmen Tingkatkan Layanan Publik
Kata dia, jika bantuan dari kementerian lain sudah tersalurkan, maka Kementerian Pertanian akan langsung menyampaikan pada pihak desa yang diawasi oleh pengawas di lapangan. Jika terjadi pelanggaran dan penyelewengan, maka pihak kepolisian bisa menindak.
"Ya pastinya nanti polisi yang turut mengawasi bantuan tersebut," ujarnya.
Menteri asal Kota Makassar ini juga menyikapi terkait masalah pupuk yang dikurangi. Menurutnya, pengurangan pupuk ini hanya masalah standar. Sebab, masyarakat bisa saja menggunakan pupuk organik dan non organik. Apalagi penggunaan atau jatah pupuk itu boleh digunakan 2 hektare.
"Jika di atas 2 hektar ya beli sendiri. Intinya kita tetap pemerataan," pungkas Limpo.
Sementara itu, Bupati Tuban H Fathul Huda di hadapan Mentan RI meminta, agar jatah pupuk di bumi wali tidak dikurangi. Pasalnya, pupuk merupakan kebutuhan petani Tuban disetiap musim tanam. "Semoga jatah pupuk di Tuban tidak dikurangi," harap bupati. (gun/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




