"Untuk 25 (jemaat) sudah di-rapid," ujar pria yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri itu, Sabtu (11/7/2020).
Sementara Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, menduga 12 jemaat tersebut tertular Covid-19 dari para tamu dari Jakarta. Mulanya Gugus Tugas mendapati tiga jemaat positif Covid-19, namun setelah di-tracing jumlahnya bertambah menjadi 12 orang.
"Nah, rasa-rasanya tamunya ini sih kayaknya diduga membawa virus itu. Nah, akhirnya karena ruangannya itu mungkin tertutup dan jumlahnya lebih banyak orang, maka mungkin transmisinya dari situ. Jadi dari situ terus ada yang kena (Covid-19)," kata Mas Abu, sapaan Wali Kota Kediri itu.
Menurut Mas Abu, Pemkot Kediri tidak mengetahui alasan pengelola Klinik Elshadai melangsungkan pemberkatan doa. Apalagi prosesi pemberkatan doa tidak memperhatikan protokol kesehatan, sehingga kini menjadi klaster baru penularan Covid-19 di Kota Kediri.










