"Untuk tahap awal ini, kami tebar 10 ribu bibit ikan tawes. Bibit ikan yang ditebar ini adalah bantuan dari rekan-rekan Wild Water Indonesia Kediri," kata Beny Prasetyo, Minggu (13/9/2020).
Menurut Beny, setelah tebar bibit ikan di sumber Rau, aksi dilanjutkan dengan menyusuri Kali Rau sejauh kurang lebih 500 meter. Saat menyusuri Kali Rau itu, ternyata masih banyak dijumpai sampah nonorganik seperti popok bekas dan sampah plastik. "Kami sangat menyayangkan terhadap warga yang masih suka membuang sampah ke sungai," tambah Beny.
Diakui oleh Beny, kebiasaan membuang sampah di sungai ini akan sulit dihentikan selama tidak ada solusi. Salah satu solusinya, menurut Beny adalah menyediakan tempat pembuangan sampah sementara, minimal di setiap desa ada satu tempat pembuangan sampah.
"Kami para relawan hanya bisa memberi masukan kepada pemerintah, karena menyediakan tempat sampah di setiap desa itu, pasti membutuhkan dana yang tidak sedikit, dan yang mempunyai dana itu jelas Pemerintah," ujar Beny.










