44 Pelajar Ikuti Binlat Karakter Bangsa di Situs Soekarno Kediri

44 Pelajar Ikuti Binlat Karakter Bangsa di Situs Soekarno Kediri Beberapa peserta Binlat saat berada di dalam rumah masa kecil Bung Karno di Situs Ndalem Pojok, Kabupaten Kediri. Foto: Ist

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 44 pelajar tingkat SMP, SMA, dan mahasiswa mengikuti Bimbingan dan Pelatihan (Binlat) Karakter Bangsa yang berlandaskan Jati Diri Bangsa Indonesia. Kegiatan ini digelar di Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Selasa pada (30/12/2025).

Program ini merupakan hasil kerja sama antara Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTA Indonesia), Perkumpulan Instruktur Pegiat Jati Diri Bangsa Indonesia (PIPJATBANG), dan Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara. 

Para peserta menjalani pelatihan intensif sejak pukul 08.00 hingga 20.00 WIB, dibimbing instruktur berpengalaman dalam pendidikan karakter dan jati diri bangsa.

Sekretaris Jenderal PIPJATBANG, Kushartono, menekankan pentingnya metode rasa dalam membentuk kesadaran generasi muda. 

“Pendidikan ini menggunakan metode rasa. Mengapa rasa? Karena yang ingin kita bangun adalah kesadaran batin. Orang pintar dan orang paham itu sudah banyak, tetapi orang yang sadar dengan rasa saat ini justru langka," ucapnya dalam keterangan tertulis yang diterima hari ini, Kamis (1/1/2026). 

"Padahal generasi muda calon pemimpin Indonesia Emas 2045 harus memiliki rasa yang kuat dan dalam, terutama rasa cinta tanah air Indonesia, bukan hanya pengetahuan,” sambungnya. 

Ia menambahkan, pendidikan jati diri bangsa bertumpu pada tiga pilar utama: spiritual, intelektual, dan kultural. 

“Spiritual tanpa intelektual akan melahirkan generasi yang mudah dibohongi, sementara intelektual tanpa spiritual akan melahirkan generasi yang kehilangan arah dan nilai moral. Karena itu, semuanya harus berpadu dalam satu kesatuan cipta, rasa, dan karsa,” imbuhnya.

Instruktur PIPJATBANG kini telah terorganisasi secara nasional dengan kantor pusat di Rumah Kebangsaan Jatiasih, Bekasi. Sebulan sebelumnya, mereka juga memberikan Training of Trainers (TOT) kepada pendidik di Sekolah Pendidikan Polisi (SPN) dari 10 Polda di berbagai wilayah Indonesia.

Sementara itu, Ketua Pusat Pendidikan Rasa, Wawasan, dan Karsa Kebangsaan Indonesia Raya Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia, R.M., W.T. Suhardono SE, menegaskan seluruh fasilitator Binlat telah memiliki sertifikasi kompetensi nasional dari BNSP. 

“Binlat Karakter Bangsa ini menggunakan pendekatan yang berbeda dari pendidikan formal pada umumnya. Metode yang digunakan menekankan pendidikan rasa, bukan semata-mata aspek kognitif,” paparnya.

Salah satu peserta, Tika asal Jombang, mengaku mendapat pengalaman batin mendalam. 

“Dari rangkaian kegiatan (Binlat) ini, yang paling berkesan bagi saya adalah sesi story telling di Situs Ndalem Pojok. Saat berada di tempat Bung Karno belajar pidato, saya merasa benar-benar menemukan pencerahan. Saya seperti menemukan siapa diri saya dan untuk apa saya hidup. Terima kasih, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami,” ungkapnya. (uji/mar)