Satpol PP melakukan penebalan personel dan pengamanan di sejumlah titik rawan. Foto: Hms
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Satpol PP melakukan penebalan personel dan pengamanan di sejumlah titik rawan. Langkah ini ditempuh untuk menjaga ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum) selama Ramadhan 2026.
Upaya tersebut dilakukan guna mengantisipasi meningkatnya aktivitas penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), khususnya gelandangan dan pengemis (gepeng) musiman yang kerap muncul menjelang Hari Raya Idulfitri.
BACA JUGA:
- Revitalisasi Dikebut, 5 Pasar Tradisional Surabaya Ditarget Tuntas Pertengahan Mei 2026
- Bukan Cagar Budaya Asli, Pemkot Surabaya Hapus Status dan Bongkar Fasad Eks Toko Nam
- Pendaftaran Beasiswa Pemuda Tangguh Dibuka, Pemkot Surabaya Fokus Jemput Bola untuk Warga Desil 1-5
- Surabaya Kejar Penunggak Nafkah, Sistem Notifikasi Muncul Otomatis
Kepala Bidang Pengendalian Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Surabaya, Mudita Dhira Widaksa, mengatakan lonjakan pengemis musiman hampir selalu terjadi setiap tahun mendekati Lebaran.
“Biasanya menjelang lebaran, sebagian besar bukan warga Surabaya, melainkan dari luar kota. Mereka datang untuk mencari peruntungan dengan memanfaatkan belas kasihan masyarakat,” kata Mudita, Rabu (4/3/2026).
Ia menjelaskan, pihaknya telah memetakan sejumlah titik rawan dan mengintensifkan patroli di fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos). Tempat ibadah besar seperti Masjid Al-Falah, Masjid Al-Akbar Surabaya, serta kawasan wisata religi Sunan Ampel menjadi fokus pengawasan.

Selain itu, Satpol PP juga berkolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, kelurahan, serta TNI-Polri guna memperkuat pengawasan di lapangan.






