Gubernur Khofifah saat menandatangani prasasti peresmian revitalisasi 60 SLB, SMA, SMK se-Madura
SAMPANG,BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan program Mama Mau Naik Kelas (Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas) untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan dan kualitas SDM di Madura.
Peluncuran program itu bersamaan dengan peresmian revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana pada 60 SLB, SMA, dan SMK negeri maupun swasta se-Madura yang dipusatkan di SMKN 2 Sampang, Selasa (3/3/2026).
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Jadi Guest Lecture Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah: SDM Maritim Unggul untuk Gerbang Baru Nusantara
- Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa
Khofifah menegaskan program tersebut bukan sekadar slogan, melainkan gerakan terukur agar Madura memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif di sektor pendidikan.
Ia menilai kemajuan daerah diukur melalui indikator global, seperti penurunan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, kualitas layanan kesehatan, dan mutu pendidikan.
"Jadi bukan ini maju atau tidak maju tapi bahwa ada kemajuan yang diukur oleh dunia Mama Mau Naik Kelas Madura maju Madura unggul berarti punya keunggulan kompetitif dan punya keunggulan komparatif dan Madura naik kelas," ujarnya.
Program Mama Mau Naik Kelas diarahkan untuk memperkuat literasi dan numerasi siswa, serta meningkatkan jumlah lulusan SMA/SMK di Madura yang melanjutkan ke perguruan tinggi.
Sejumlah strategi disiapkan, antara lain penunjukan 12 SMA Negeri sebagai sekolah percontohan (pilot project), pendataan potensi siswa untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), serta penguatan akademik menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) melalui intensifikasi persiapan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
Selain itu, dilakukan asesmen dan try out UTBK-SNBT secara berkala disertai analisis hasil untuk meningkatkan kesiapan siswa menembus perguruan tinggi negeri (PTN).
Khofifah meminta kepala sekolah di Madura memiliki semangat kolektif mengantarkan lebih banyak siswa lolos seleksi masuk PTN.
"Kepada semua para kepala sekolah semangat untuk mengantarkan putra putrinya apakah itu di UTBK atau itu di SNBT," sebutnya.
Sebagai bentuk afirmasi, Pemprov Jatim menyiapkan penghargaan berupa tambahan revitalisasi infrastruktur bagi sekolah yang mampu meningkatkan capaian kelulusan siswa melalui jalur UTBK maupun SNBT secara signifikan dibanding tahun sebelumnya.
"Kalau target yang diterima 2 kali dari yang diterima tahun lalu akan ada reward, rewardnya infrastruktur di masing masing sekolah insyaallah akan kita lakukan revitalisasi secara lebih komprehensif," tegasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




