KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabar duka datang dari tanah suci. Dua jemaah haji asal Kabupaten Kediri dilaporkan meninggal dunia karena sakit.
Kasi Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kantor Kemenhaj Kabupaten Kediri, Mahfudzia Afindis, menyebut jemaah pertama yang wafat adalah Khoirun Nimah (53), anggota Kloter 109 asal Desa Gondang, Kecamatan Plosoklaten. Almarhumah diketahui memiliki riwayat kanker usus sebelum berangkat haji dan selama di Tanah Suci menggunakan kursi roda.
BACA JUGA:
- Lepas Jemaah Haji, Wamenhaj Tegaskan Penertiban KBIHU
- Menhaj Gus Irfan Tegaskan Pelayanan Jemaah Haji Berlanjut hingga Kloter Terakhir
- 1.645 Jemaah Haji Tuban Tiba di Bumi Wali, Catat Sejarah Zero Meninggal Dunia
- Apresiasi Kerja Keras Menhaj, Kiai Asep Minta Jemaah Tak Paksakan Diri Ibadah di Masjid Haram-Nabawi
“Khoirun Nimah meninggal dunia pada Sabtu, 6 Juni 2026 pukul 14.00 Waktu Arab Saudi (WAS) di RSAS King Abdul Aziz Hospital,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Dijelaskan pula olehnya bahwa kondisi kesehatan almarhumah menurun, sehingga harus dirawat intensif di ruang ICU sebelum akhirnya meninggal dunia.
Jemaah kedua yang meninggal adalah Arif Setiawan (63), anggota Kloter 110 asal Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare. Ia wafat pada Sabtu, 6 Juni 2026 pukul 20.55 WAS di RS King Abdullah Medical City Specialist Makkah Hospital setelah mengalami keluhan nyeri perut dan sesak napas.
Menurut Mahfudzia, kronologi bermula pada 4 Juni ketika istri almarhum melaporkan kondisi suaminya ke dokter sektor. Setelah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), tim medis merencanakan tindakan lanjutan berisiko tinggi, namun pasien menolak.
Hingga akhirnya pada 6 Juni, almarhum menjalani terapi konservatif sebelum dinyatakan meninggal dunia. Mahfudzia menegaskan seluruh proses penanganan jenazah telah selesai sesuai ketentuan di Arab Saudi.
“Saat ini untuk pengurusan jenazah sudah selesai. Bapak Kepala (Abdul Kholiq Nawawi) kemarin juga sudah takziyah, dan hari ini perwakilan dari Kementerian Haji dan Umrah juga takziyah ke rumah duka,” pungkasnya. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




