Respons Perang AS-Israel dengan Iran, Kiai Asep Undang Ratusan Kiai dan Tokoh untuk Shalat Malam

Respons Perang AS-Israel dengan Iran, Kiai Asep Undang Ratusan Kiai dan Tokoh untuk Shalat Malam  Ratusan kiai, tokoh masyarakat, dan pejabat mengikuti shalat malam, istighatsah dan khataman Al Quran di kantor Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, Selasa (3/3/2026) malam. Foto: bangsaonline

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, kembali menggelar shalat hajat, istighatsah dan khatmil Quran di Kantor Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) di kawasan Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jalan Siwalankerto Surabaya, Selasa (3/3/2026) malam. Kiai milirder tapi dermawan itu mengundang ratusan kiai, tokoh masyarakat, guru besar dan para penghafal Al Qurn. Acara ini untuk mendoakan Jawa Timur dan Indonesia, termasuk Kabupaten Mojokerto, agar tetap aman dan kondusif.

Selain itu acara sakral ini juga untuk merespons kebijakan politik Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyerang Iran yang mengakibatkan Ali Khamenei terbunuh.

Menurut Kiai Asep, tindakan Trump dan Netanyahu itu sangat brutal yang mengancam keadilan dan kedamaian dunia. “Mari kita tumpahkan marah kita lewat doa untuk memberikan keadilan. Doa adalah senjata bagi kita,” ujar Kiai Asep.

Menurut Kiai Asep, Iran adalah satu-satunya negara berpenduduk Islam yang berani melawan hegemoni Amerika Serikat yang bersekutu dengan Israel.

Putra pahlawan nasional KH Abdul Chalim itu mengaku sedih atas terbunuhnya Ali Khamenei dalam perang tersebut. Meski Kiai Asep tidak sealiran dengan Ali Khamenei tapi selaku muslim ia mengaku prihatin.

“Ali Khamenei adalah simbol perlawanan terhadap kejahatan dunia,” tegas Kiai Asep yang Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu).

Kiai Asep mengakui bahwa Ali Khamenei Syiah. Tapi, tegas Kiai Asep, Ali Khamenei melarang menjek-jelekkan sahabat lain selain Sayyidina Ali.

“Jangan bersyiah dengan menjelek-jelekkan sahabat yang lain,” ujar Kiai Asep menirukan potongan pidato Ali Khamenei.

Bahkan Ali Khamenei juga menghukumi haram senjata nuklir karena menjadi pembunuh massal manusia.

Menurut Kiai Asep, Ali Khamenei masuk kategori Syiah Zaidiyah. Yaitu salah satu aliran Syiah moderat yang dinisbatkan kepada Imam Zaid bin Ali bin Husein, yang ajarannya paling dekat dengan Ahlussunnah wal Jamaah.

Kiai Asep mengajak umat Islam berdoa agar semua orang yang dzalim terhadap orang lain segera mendapat teguran dan balasan dari Allah SWT. Karena itu dalam acara shalat malam dan istighatsah serta khataman Al Quran itu Kiai Asep juga mengajak para jemaah untuk membaca Surat Al Fil.

Menurut Kiai Asep, acara ini sekaligus untuk mendoakan Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Mojokerto Dr Muhammad Al Baraa (Gus Bara).

Shalat malam itu dihadiri dan istighatsah itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beserta para pengurus Muslimat NU Suabaya dan Jawa Timur. Namun Khofifah tak sempat memberikan sambutan. “Bu Khofifah kecapekan. Beliau tadi pamit karena harus istirahat,” ujar Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA.

Dalam acara itu tampak banyak kiai dan tokoh masyarakat yang hadir. Antara lain Prof Dr KH Imam Ghazali Said, MA, Syaikh Ahmad Muhammad Mabruk asal Mesir, Prof Masdar Hilmi, Prof Mas’ud Said, Ph.D, Dr KH Akhmad Jazuli, Dr Ahmad Sujak, Dr Achmad Rubeie, dan para penghafal Al-Quran dari Kabupaten Mojokerto. Tampak juga sejumlah OPD Pemprov Jawa Timur.