Jumat, 27 November 2020 15:16

Teno, Calon Wali Kota Pasuruan Bantah Mau Ubah Pancasila

Jumat, 02 Oktober 2020 20:22 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Ahmad Fuad
Teno, Calon Wali Kota Pasuruan Bantah Mau Ubah Pancasila
Teno-Hasyim didampingi pimpinan partai dan Masayikh Sidogiri K.H. Abdulloh Siroj Saukat. (foto: ist).

KOTA PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Video berisi penggalan isi pidato Calon Wali Kota (Cawali) Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo (Teno) yang memeras Pancasila menjadi trisila hingga ekasila viral.

Pidato Cawali Teno itu disebut-sebut terjadi pada deklarasi damai yang digelar KPU Kota Pasuruan di Hotel Horison pada 26 September 2020 lalu.

Berikut isi penggalan pidato Teno dalam video tersebut, "Jika kita peras Pancasila, muncullah ekasila, yang didapatkan dari trisila, yaitu dari sosio nasionalis, sosio demokratis, ketuhanan yang berkebudayaan. Dan jika kita peras lagi, kita kristalisasi lagi, hanya ada satu kata, untuk mewujudkan Kota Pasuruan yang lebih maju dan sejahtera adalah dengan cara bergotong royong".

Video yang berisi penggalan pidato Teno itu pun menjadi polemik. Bahkan ada warganet yang menuding Teno mau mengubah Pancasila.

Menanggapi itu, Teno mengaku heran. "Saya heran. Bagi teman-teman wartawan yang sempat menyaksikan sendiri, pidato, dan penggalan pidato saya, yang saya lontarkan saat deklarasi damai, saya ingin bertanya, statement mana yang dari saya yang ingin mengubah Pancasila?," ujar Teno kepada BANGSAONLINE.com di RM Nikmat Rasa 2, Kota Pasuruan, Jumat (2/10/2020).

Teno menambahkan, penggalan video tersebut sengaja dipelintir dan disebarkan oleh seseorang tidak bertanggung jawab, yang tidak menginginkan suasana Kota Pasuruan guyub rukun.

"Mungkin ada beberapa pihak yang mengambil pidato itu, kemudian dipotong, untuk mencari kekeruhan dan memang tidak menginginkan Pasuruan itu guyub rukun," tambah Teno.

Lanjut Teno, total durasi pidatonya dalam deklarasi damai tersebut adalah 3.27 menit. Menurutnya, starting point dari keseluruhan isi pidato adalah mengajak seluruh warga Kota Pasuruan untuk menjaga kondusivitas dalam pelaksanaan Pilwali Pasuruan 2020.

Terkait adanya narasi trisila dan ekasila, Teno mengaku bahwa kalimat itu diambilnya dari pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945 di hadapan BPUPKI.

"Saya ingin hanya menyampaikan bahwa konsepsi gotong royong yang saya jadikan sebagai dasar perjuangan dan pembangunan Kota Pasuruan tidaklah didapat dari sembarang tempat. Tapi itu diambil dari pemikiran founding father kita, Bapak Proklamator Ir. Sukarno," terangnya.

Kemudian, Teno menjelaskan bahwa narasi gotong royong adalah sebuah ekstraksi dari narasi besar kebangsaan. Gotong royong menjadi pondasi besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Karena gotong royong mengandung banyak unsur yang hidup di masyarakat Indonesia. Kita bisa menemukan nilai ketuhanan, kemanusiaan, kebangsaan, dan nilai sosial. Kalaupun ada potongan video yang sifatnya menghasut, bisa jadi itu adalah sosok yang ingin mengubah Pancasila dan memecah belah bangsa," tandasnya. (afa/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Selasa, 10 November 2020 09:44 WIB
Oleh: M. Mas’ud Adnan --- Peristiwa 10 November 1945 adalah tonggak sejarah sangat penting bagi bangsa Indonesia, terutama umat Islam. Sebab, pada momentum 10 November itulah, nasionalisme mendapat pemaknaan sangat signifikan dalam paradigma k...
Minggu, 22 November 2020 21:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Jumat, 06 November 2020 10:34 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...