"Sangat banyak sekali potensi desa yang dapat digali dan dikembangkan untuk kesejahteraan dan kemandirian desa," terang Kepala Desa Baron Kecamatan Dukun ini.
"Saya contohkan Desa Sukomulyo Kecamatan Manyar. Jika desa itu bisa menjadi salah satu supplier limbah pabrik Mie Sedap yang bernilai ekonomis melalui Bumdes, dan kebutuhan lain yang dibutuhkan, tak ada istilah kemiskinan, orang nganggur di desa tersebut. Hal ini juga bisa dimanfaatkan di desa-desa lain yang sekelilingnya ada industri dengan potensi yang ada," ungkapnya.
Sebab menurut Nurul Yatim, di Kabupaten Gresik ada 1.800 lebih perusahaan skala besar dan kecil, baik penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMN).
"Selama ini desa-desa hanya terlena dengan pemberian corporate social responsibility (CSR) yang nilainya kecil. Sudah saatnya desa yang dikelilingi industri jangan hanya terlena dengan pemberian CSR. Manfaatkan potensi yang bisa dikerjakan untuk kepentingan masyarakat dan kemajuan desa," pintanya.









