Kota Kediri Kembali Raih Destana Award di Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-75

Wali kota yang akrab disapa Mas Abu ini berharap, dengan diraihnya penghargaan ini, edukasi mengenai tangguh bencana akan lebih luas lagi ke kelurahan-kelurahan yang lain. Hal itu sangat penting karena bencana ini bisa terjadi kapan saja.

"Jadi ini penting bagi kita maupun putra-putri kita juga harus paham terkait hal ini. Karena di Kota Kediri ini tipikal bencananya juga macam-macam. Ada angin puting beliung, gempa, erupsi Kelud dulu juga pernah ada. Nah sehingga ke depan kalaupun nanti kita ada cobaan dalam bentuk bencana kita akan lebih kuat lagi. Kita akan sigap lagi serta saling bantu-membantunya akan lebih baik lagi," harapnya.

Dalam kesempatan ini, Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Kediri, Syamsul Bahri menjelaskan, kelurahan tangguh bencana merupakan kelurahan yang mampu secara mandiri apabila terjadi bencana di wilayahnya. Ketangguhan ini meliput pengetahuan, kemampuan menyelamatkan diri, dan kepedulian kepada sesama.

“Karena menurut survei, orang yang selamat dari bencana itu ditolong oleh petugas BPBD itu cuma 2 persen. Kemudian 35 persen itu adalah ditolong oleh dirinya sendiri. Sisanya sekian persen itu adalah dari masyarakat sendiri. Nah itu yang dimaksud tangguh. Jadi kalau terjadi bencana itu petugas penolong menurut survei itu partisipasinya hanya 2 persen karena mereka berjauhan. Misalnya terjadi bencana di suatu wilayah dan kita jauh tempatnya. Bencana sudah terjadi kita mungkin datang setengah jam atau satu jam. Nah yang bisa menyelamatkan adalah ketangguhan mereka," jelasnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: