Melalui e-katalog ini diharapkan UMKM mampu bersaing di era digital, mengingat hanya sekitar 4-10 persen UMKM yang mampu bersaing di digital. "Minimnya nilai tersebut didasari karena rendahnya pendidikan dan sosialisasi penjualan secara online kepada pelaku UMKM," jelasnya.
Ia menyadari, pelaku UMKM banyak mengalami kendala dalam hal penggunaan teknologi digital. Sebanyak 34 persen pelaku UMKM masih belum mampu menggunakan internet, dan 23,8 persen menunjukkan kurangnya pengetahuan dalam menjalankan usaha online.
Selain adanya program e-katalog, pihaknya melalui program UKM Bangkit akan memberikan pelatihan dan edukasi kepada pelaku usaha UMKM di Gresik. Pendidikan ini untuk menangani kesenjangan pengetahuan teknologi pada pelaku UMKM.
"Saya mendorong tumbuhnya marketplace dan aplikasi untuk melayani produk UMKM Gresik. Salah satunya tawaran dari aplikasi Goals atau Gresik Online Shop. Melalui UKM Bangkit, para aplikator akan kami beri ruang dan kemudahan untuk meningkatkan aplikasinya membantu pemasaran produk UKM Kabupaten Gresik," terang dr. Alif.










