Plt Bupati Gresik, Asluchul Alif (tengah) didampingi Sekda Achmad Washil MT dan Asisten I Suprapto saat beberkan capaian 100 hari kerja. FOTO: SYUHUD/BANGSAONLINE.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Plt Bupati Gresik, Asluchul Alif membeberkan hasil capaian kinerja 100 hari pemerintah Kabupaten Gresik di bawah kepemimpinan Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wabup Asluchul Alif di kantor Pemkab Gresik, Senin (16/6/2025).
Alif menyebutkan, dalam 100 hari kerja Yani-Alif telah menunjukkan bukti perubahan pembangunan yang dibutuhkan masyarakat.
BACA JUGA:
- Izin PKL Kali Avoor di Driyorejo Gresik Disebut Sudah Kedaluwarsa Lebih dari Belasan Tahun Lalu
- Sekda dan Kepala Disperta Gresik Pensiun, 5 Jabatan Eselon II Kosong
- Usai Tragedi Santri Gantung Diri, Pemkab Gresik Dampingi Psikologis Anak di Ponpes Al-Amin
- Deklarasi SPMB 2026, Bupati Gresik Tegaskan Tolak Titipan dan Pungli
"Dari ruang kelas hingga jalan desa, dari nelayan hingga penyandang disabilitas, dari benih padi hingga barcode kartu keluarga, semuanya membawa satu pesan pemerintah hadir. Bukan sekadar sebagai pengatur, tetapi sebagai pelayan masyarakat yang menjawab kebutuhan paling mendasar," ujarnya.
Ia menyebut, di beberapa daerah pendidikan masih mahal. Tetapi menurutnya, di Gresik, akses dan inklusivitas mulai diwujudkan.
Pemkab Gresik memberikan beasiswa kepada 144 mahasiswa. Langkah ini dilakukan karena banyak anak anak cerdas hampir putus kuliah akibat terkendala biaya.
"Sebanyak 100 anak berkebutuhan khusus memperoleh hak yang sama melalui program Hatiku Padamu (HTM). Komitmen pada kesetaraan juga dilakukan melalui penempatan 129 guru pendamping disabilitas serta rehabilitasi enam SD dengan capaian realisasi mencapai 120 persen. Para guru swasta yang selama ini berjibaku tanpa kepastian sekarang mendapatkan insentif, total sebanyak 2.287 guru SD/MI dan 1.771 guru SMP/MTs," ungkapnya.
Di sektor ketenagakerjaan, Pemkab Gresik meluncurkan program Gresik Gema Karya dan Gresik Kerja.
Saat ini, lanjut Alif, ada 282 admin perusahaan aktif mencocokkan lowongan untuk tenaga kerja lokal.
Lima pelatihan bersertifikat BNSP bagi warga miskin (DTKS) telah digelar untuk membuka jalan menuju keterampilan dan daya saing.
Selanjutnya, Mini Job Fair di Gresik Selatan menawarkan 27 profesi, termasuk bagi lulusan SMA yang kesulitan masuk ke pasar kerja formal.
"Di sisi lain, untuk sektor UMKM terus didorong melalui pembuatan 211 nomor induk berusaha (NIB), pendaftaran 53 merek, serta fasilitasi sertifikasi mutu bagi 20 produk IKM," jelas Alif.
Dalam 100 hari kerja layanan kesehatan tidak hanya dibangun, tetapi juga menjamin aksesibilitas dan mutunya.
Peluncuran RS Gresik Sehati di wilayah Kecamatan Kedamean untuk menjawab kebutuhan layanan medis masyarakat wilayah selatan, dengan status akreditasi.
"Sebanyak 1.371 kader kesehatan telah dilatiih, tiga kali lipat dari target awal. Enam puskesmas rawat inap kini aktif, dan 435 balita mendapat pendampingan untuk pencegahan stunting. Di tengah meningkatnya risiko TBC, deteksi dini menemukan 9.228 kasus terduga dari target 5.000 dengan pencapaian 185 persen untuk menyelamatkan nyawa," bebernya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




