Salah satu bak penampungan IPLT layanan PLCD Pemkab Gresik
GRESIK,BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Gresik membuka layanan Pengelolaan Limbah Cair Domestik (PLCD) untuk mengolah lumpur tinja dan limbah cair rumah tangga guna mengurangi risiko pencemaran lingkungan.
Pemkab Gresik menaruh perhatian terhadap pengelolaan limbah cair domestik, mulai dari lumpur tinja hingga sisa air detergen yang selama ini masih banyak dibuang langsung ke saluran drainase umum.
Melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Limbah Cair Domestik (PLCD) di bawah Dinas Cipta Karya, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (CKPKP), masyarakat kini dapat memanfaatkan layanan penyedotan kakus, pengolahan di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), serta penyewaan toilet portabel dengan tarif yang terjangkau.
Seluruh limbah hasil penyedotan diproses secara aman di IPLT yang berada di Desa Betoyoguci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.
Fasilitas tersebut memiliki kapasitas pengolahan hingga 45 meter kubik per hari dan menjadi salah satu IPLT konvensional terbesar di Jawa Timur.
Kepala UPT PLCD Gresik, Sanawiyah, mengajak masyarakat memanfaatkan layanan tersebut sebagai upaya bersama menjaga kelestarian lingkungan. Layanan dapat diakses melalui call center 081-234-000-518.
"Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan yang diberikan Pemkab Gresik melalui UPT PLCD. Dengan harga yang lebih murah serta penanganan yang sesuai standar, limbah buangan ini dipastikan tidak mencemari lingkungan," ungkap Sanawiyah, Kamis (11/6/2026).
Proses pengolahan dimulai setelah armada tangki UPT PLCD melakukan penyedotan limbah dari pelanggan. Lumpur tinja yang telah diangkut kemudian ditampung di Solid Separation Chamber (SSC) atau bak penerima untuk menjalani proses penyaringan dan pengeringan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





