Plt Bupati Gresik, Asluchul Alif (tengah) didampingi Sekda Achmad Washil MT dan Asisten I Suprapto saat beberkan capaian 100 hari kerja. FOTO: SYUHUD/BANGSAONLINE.
Di bidang administrasi, lanjut Alif, warga tak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk mengurus adminduk.
Melalui Nawakarsa Gresik Tuntas, 20.000 kartu keluarga kini tersedia dalam format barcode, yang mempermudah akses ke berbagai layanan publik.
"Gresik Integrated Smart System (IOP) telah mengintegrasikan data dari 46 OPD, mempercepat pengambilan keputusan dan mengurangi duplikasi informasi. Di tingkat desa, sebanyak 660 perangkat desa telah dilatih melalui Program Desa SIAP, menghasilkan sembilan inovasi desa digital, mulai dari layanan pengaduan masyarakat hingga sistem arsip elektronik," tuturnya.
Terkait penanganan banjir luapan Kali Lamong, Alif menyampaikan, pemerintah tidak tinggal diam.
Alif berujar, perbaikan tanggul di tujuh titik dan normalisasi sungai sepanjang 9,86 kilometer telah rampung, melampaui target awal dengan capaian 197 persen.
"Di bidang infrastruktur, 18,6 kilometer jalan diperbaiki lewat unit reaksi cepat (URC), melampaui target 17,1 kilometer. Di jalur padat, kendaraan berat kini diatur jam operasionalnya demi keselamatan warga," jelas Alif.
Pemerintah Kabupaten Gresik dalam 100 hari kerja juga menghadirkan Program GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) yang telah melatih 1.620 ayah agar lebih siap mendampingi keluarga.
Tempat penitipan anak (TPA) Masmundari dibuka bagi keluarga rentan yang membutuhkan tempat penitipan anak saat bekerja.
Kemudian di sektor maritim, sebanyak 1.715 paket sembako dan 4,5 ton beras disalurkan untuk nelayan di enam wilayah.
Pemerintah juga menegakkan larangan penggunaan cantrang demi menjaga keberlanjutan laut.
"Sebanyak 24.948 warga menerima bantuan sosial, dan PKH Inklusif menjangkau 991 lansia serta penyandang disabilitas," katanya.
Adapun untuk mendukung ketahanan pangan, tambah Alif, pemerintah memberikan bantuan kepada petani terdampak banjir berupa 2.050 kilogram benih padi dan 8.200 kilogram pupuk NPK.
"Untuk mendukung program ekonomi hijau kami menggerakkan Pameran Nasional Giri Kedaton Bonsai, yang melibatkan lebih dari 1.000 peserta dan menjadikan Gresik sebagai pusat seni bonsai nasional," katanya.
"Selain itu, kami bersama perusahaan juga menanam sebanyak 5.300 bibit mangrove di Desa Karangkiring, jauh melampaui target awal 1.000 bibit mangrove yang ditanam dengancapaian 530 persen," pungkasnya. (hud/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




