Rumah Aman Rodhiyah Kota Kediri, Tempat Para Relawan Bantu Anak Korban Kekerasan Seksual dan KDRT

Menurutnya, di yayasan ini terdapat psikolog, terapis, pengacara, dan juga para relawan yang bekerja tak dibayar untuk membantu para korban. Mereka mengeluarkan dana dari uang pribadi untuk membiayai biaya operasionalnya. Para relawan ini juga mencari akses bantuan untuk para korban kemensos, misalnya bantuan biaya pendidikan.

Sementara ini, lanjut Rondhiyah, pihaknya baru bisa menampung anak perempuan saja, karena keterbatasan ruang yang tersedia. Rumahnya yang dijadikan tempat menginap bisa menampung maksimal 5 anak. Namun untuk layanan, para relawan kerap mendatangi rumah ke rumah hingga korban bisa mandiri.

“Impian saya, punya ruang yang bisa menampung bayi juga. Alangkah bahagianya ketika bisa melihat ibu dan bayinya bisa bersama,” pungkas Rondhiyah.

Sementara itu, Vivi Rosdiana, seorang psikolog, mengatakan bahwa yang diurusi Rumah Aman Rodhiyah tidak hanya korban, tapi juga melakukan pendekatan kepada keluarga korban. Sedangkan untuk penanganan tidak ada batas waktu, karena masing-masing korban memerlukan waktu yang berbeda-beda untuk pemulihan dari trauma.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: