Para petani komplain atas buruknya hasil panen dan membuat pemegang merk benih jagung Bisi-18 melakukan pengecekan. Hasilnya, benih tersebut ternyata diketahui palsu.
Polisi yang mendapat laporan itu kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengungkap jaringan tersebut.
"Kelompok ini sudah mengedarkan benih jagung palsu di kota-kota Jawa Timur, sampai ke Kabupaten Dompu NTB. Totalnya sudah 75 ton benih yang sudah beredar," ujarnya.
Yang membuat para petani dan pemilik kios pertanian tergiur, bibit jagung palsu ini dijual lebih murah dari merk Bisi-18 yang asli. Selisihnya hingga separuh harga.










