Pengundian kios dan los pasar saat ini dimaksudkan agar semua pedagang pasar pon mendapat jatah terlebih dulu. Bila pada akhirnya nanti masih ada sisa kios dan los pasar, maka akan ditawarkan kembali pada pedagang yang dulunya pernah memiliki kios atau los lebih dari satu.
"Tapi untuk yang penawaran ini nanti berlaku sewa. Kalau yang kita undi sekarang ini kita gratiskan selama satu tahun, karena sebagai bentuk kompensasi terhadap pemulihan ekonomi pasca mereka terkena musibah kebakaran," terangnya.
Lanjut Arifin, jika seluruh pedagang pasar pon telah mendapatkan tempat kios maupun los, maka sisa kios atau los akan ditawarkan secara umum.
Hingga saat ini, sesuai data dari Dinas Komindag Trenggalek, tercatat sekitar 200 pemohon dari umum yang ingin menempati kios dan los pasar pon. Dari jumlah tersebut, Arifin memprediksi nantinya yang bisa mendapat jatah kios atau los pasar kurang lebih 40 atau 50 pemohon.










