Penolakan terhadap gabah hasil panen petani oleh Bulog, lanjut Murdi, menunjukkan perlunya perbaikan manajemen. Sehingga bisa mengikuti perkembangan di lapangan, saat panen raya tiba.
"Mestinya jauh-jauh hari, Bulog sudah memberi sosialisasi kepada petani, khususnya terkait dengan gabah/padi yang bisa masuk Bulog itu yang seperti apa. Dengan demikian petani bisa mempersiapkan padi hasil panennya, agar bisa diterima oleh Bulog," kata Murdi Hantoro melalui sambungan telepon, Minggu (28/3).
Seperti diberitakan BANGSAONLINE.com, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengikuti langkah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menolak kebijakan pemerintah pusat untuk melakukan impor beras sebesar 1 juta ton tahun ini. Penolakan tersebut dilakukan, karena tingkat ketersediaan beras di Kabupaten Kediri cukup melimpah.
Mas Bup Dhito, sapaan akrab Bupati Kediri menjelaskan, berdasarkan data tahun 2020 kemarin, Kabupaten Kediri justru mengalami surplus atau pemasukan beras lebih besar daripada pengeluaran. Di samping Kabupaten Kediri saat ini tengah memasuki masa panen raya.










