Tim Peneliti Gabungan Lakukan Pemeriksaan Terhadap Bangkai Paus Orca di Banyuwangi

"Kalau kita lihat arah migrasinya, paus ini adanya di wilayah Australia, itu pun yang bagian selatan. Lha ini kok bisa sampai ke sini? Kita perlu identifikasi dulu apakah itu memang murni karena sakit, artinya ada perlukaan di organ bagian dalam. Atau, memang ada fungsi navigasi yang terganggu akibat perubahan iklim ataupun mungkin aktivitas kontaminasi yang ada di perairan laut ini," paparnya.

Aditya dan tim perlu melakukan nekropsi atau bedah bangkai terlebih dulu untuk mengetahui penyebab kematian paus tersebut. Ini adalah semacam autopsi pada manusia namun dilakukan pada hewan. "Nah (penyebab kematiannya) itu akan terjawab setelah proses nekropsinya selesai," ujarnya.

Hingga Sabtu sore ini tim peneliti belum bisa mengevakuasi tubuh paus pembunuh yang besar itu. Tim baru bisa mengambil sampel organ usus tubuh paus tersebut untuk proses nekropsi. "Jadi saat ini saya berusaha mengambil beberapa sampel organ yang sekiranya kondisinya masih bagus," tutur Aditya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: