BANYUWANGI,BANGSAONLINE.com - Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Komunitas Wartawan Banyuwangi menyampaikan pernyataan sikap atas dugaan kekerasan yang menimpa jurnalis Radar Situbondo, Humaidi, pada Kamis (31/7/2025), saat melakukan peliputan aksi demontrasi di Situbondo.
Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Banyuwangi, Syamsul Arifin mengecam dugaan aksi kekerasan yang menimpa jurnalis Situbondo.
BACA JUGA:
- Wakil Rais Aam Mundur dari Koperasi BUMNU, Kiai Afif: Saya Baru Tahu Kalau Jadi Pengurus
- Mediasi Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur di Situbondo Gagal, Proses Hukum Jalan Terus
- Orang Tua di Situbondo Laporkan Kakek 60 Tahun atas Dugaan Pencabulan Anak Usia 4,5 Tahun
- SIWO PWI Kediri Raya Gelar Turnamen Domino Pelajar Perdana, Orado Bidik Atlet Muda Berprestasi
Kecaman tersebut dituangkan dalam penyataan sikap Komunitas Wartawan Banyuwangi di Gedung DPRD Banyuwangi, Senin (4/8/2025).
Menurut Syamsul ada empat poin penting dalam pernyataan sikap tersebut. Pertama, Komunitas Wartawan Banyuwangi mengecam segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.
"Kami mengecam segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas jurnalistik," ujar Syamsul, Senin (4/8/2025).
Kedua, para jurnalis Banyuwangi mendukung penuh langkah hukum yang diambil korban untuk mendapatkan keadilan.
Ketiga, pihaknya mengimbau seluruh jurnalis agar tetap menjunjung tinggi kode etik dan profesionalitas dalam setiap peliputan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




