Muslikh mengaku sempat menyesalkan adanya kabar yang sempat beredar di media sosial (medsos) soal kabar lumpur tersebut yang terlalu dibesar-besarkan, sehingga membuat panik warga.
"Informasi yang beredar terlalu dibesar-besarkan. Untuk itu, saya minta masyarakat khususnya warga Desa Sukorejo tidak perlu panik karena sejak pukul 13.30 WIB saat saya meninjau lokasi sudah tidak ada lumpur yang keluar," ungkapnya.
"Adanya lumpur juga tidak membuat tanaman di sekitar yang terkena mati atau layu. Juga tidak tercium bau gas atau sejenisnya di sekitar lubang tempat lumpur keluar," sambungnya.
Sekadar diketahui, sawah milik Desa Sukorejo seluas 9.000 meter tersebut ditanami padi dan dikelola oleh Lukman, warga setempat. Selain di areal sawah tersebut, bekas lumpur juga tampak di sawah milik Kamil, tepatnya di sisi selatan.










