Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Kediri menggarisbawahi prinsip pengelolaan Prodamas Plus yang harus partisipatif bukan hanya top down atau pokmas saja, namun semua harus urun rembuk dan berpikir agar Prodamas Plus memiliki dampak yang lebih bagus.
“Prodamas ruhnya adalah pemberdayaan masyarakat. Jadi kita mengajak masyarakat untuk berpartisipasi. Kelurahan juga harus memikirkan supaya dampaknya jauh lebih bagus. Dari kelurahan rembukan, pokmas rembukan kemudian disatukan dan didiskusikan serta diputuskan bersama-sama. Karena yang bisa memajukan kelurahan adalah orang yang ada di kelurahan tersebut,” ujar Wali Kota Kediri.
Adapun untuk tahapan perencanaan, lanjut Wali Kota Kediri, jika dahulu perencanaan diawali dari rembuk warga, untuk Prodamas Plus TA 2022 nanti diawali dengan musyawarah kelurahan (muskel), kemudian dilakukan rembuk RT yang dihimpun dan diverifikasi di kelurahan. Selanjutnya diverifikasi di kecamatan, kemudian diverifikasi di tingkat kota hingga diinput di RKA.
Sementara untuk infrastruktur, dahulu ada pada lingkup RT/RW. Di Prodamas Plus tahun 2022 nanti skala pembangunan ada pada tingkat kelurahan. Disediakan 25-30% dari plafon anggaran untuk penyelesaian masalah atau mendukung pengembangan potensi unggulan (Kampung Keren).










