Senin, 02 Agustus 2021 23:55

Garam Krosok, Cara Mudah dan Murah Rontokkan Corona, Tapi Dimusuhi Pemilik Proyek Covid

Senin, 19 Juli 2021 08:12 WIB
Editor: mma
Garam Krosok, Cara Mudah dan Murah Rontokkan Corona, Tapi Dimusuhi Pemilik Proyek Covid
Dahlan Iskan

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini temuan luar biasa. Cara merontokkan virus Corona. Indro Cahyono, penemunya, menamakan protokol rakyat.

Murah dan gampang. Bisa dipraktikkan siapa saja. Tapi Dahlan Iskan, wartawan terkemuka itu mengingatkan. Anda bisa dimusuhi pemilik proyek Covid.

Loh? Silakan simak tulisan mantan menteri BUMN itu di Disway, HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.com hari ini, Senin 19 Juli 2021. Selamat membaca:


BACA JUGA : 

Dahlan Iskan Minta Maaf, Abaikan Si Cantik Rambut Keriting, Nulis Rp 2 Triliun Hingga 4 Tulisan

Si Cantik Stres, Sumbangan Keluarga Akidi Tio Rp 2 Triliun pada Kapolda Sumsel Belum Cair

Cek Harga Obat, Polres Kediri Sidak Sejumlah Apotek

Akidi Menampar Banyak Konglomerat Negeri Ini

CARA ahli virus ini tampil di YouTube sangat merakyat. Pun bahasanya, bahasa rakyat. Dicampur bahasa Jawa –ia alumnus SMAN 3 Semarang.

Sekilas ia bukan seperti ahli virus. Mirip orang desa pada umumnya. Duduknya santai, sambil merokok dan hanya pakai kaus.

Tapi penjelasannya menarik. Ia mengistilahkan cara yang ditemukannya itu sebagai ''protokol rakyat''.

Menurutnya, rakyat berhak punya protokolnya sendiri.

Nama ahli virus itu, Anda sudah tahu: Indro Cahyono. Ia dokter hewan. Lulusan Universitas Gadjah Mada Jogja. Begitu banyak ahli virus yang latar belakangnya dokter hewan. Prof Dr Fedik Abdul Rantam, ketua Tim Vaksin Merah Putih Unair adalah juga dokter hewan. Prof Nidom ahli vaksin pendukung VakNus itu juga dokter hewan.

''Protokol Rakyat'' itu sederhana sekali. Juga murah sekali. Indro bisa mempertanggungjawabkan secara ilmiah.

''Protokol Rakyat'' itu didasari oleh penelitiannya sendiri pada virus Covid-19. Di sebuah lab di Bogor. Berbulan-bulan.

Memang cara drh Indro menyampaikan ''Protokol Rakyat'' itu seperti tidak ilmiah dan seperti bukan dari seorang ilmuwan.

Padahal ia seorang ilmuwan virus. Setelah jadi peneliti virus lebih 5 tahun, Indro ke University of Adelaide, Australia. Untuk memperdalam virology. Ia jadi student by research. Tidak harus kuliah. Ikut riset di sana. Bersama profesor-profesor virology di University of Adelaide.

Indro mempelajari gabungan molekular genetik dan sifat keganasan isolate virus dari paramyxovirus, virus ND asal Indonesia.

Peralatan ''Protokol Rakyat'' dari drh Indro itu sangat sederhana: sendok makan, botol plastik, baskom cuci baju, botol kecap atau botol cuka, dan corong kertas. Bahannya hanya dua macam: garam krosok dan air mineral.

Harga garam itu hanya Rp 3.000/kg. Harga air mineralnya Anda sudah tahu.

Jenis garam yang dipakai harus garam asli. Disebut garam krosok. Yang murah itu. Yang belum diolah di pabrik. Yang belum dicampur yodium.

Drh Indro menghindari bahasa ilmiah: NHCL. Rakyat tahunya ya garam krosok. Padahal maksudnya sama.

Caranya: garam satu sendok makan (sampai menggunung di sendok) dimasukkan ke dalam air 1 liter. Lalu dikocok sampai tercampur jadi air.

Air NHCL itu dimasukkan ke botol kecap atau botol cuka. Yang tutupnya berlubang kecil itu. Satu liter itu bisa dipakai beberapa kali.

Cara memakainya: duduklah di kursi. Anda pangku baskom besar untuk cuci baju. Atau baskom itu Anda taruh di meja di depan Anda. Lalu Anda ambil botol kecap yang sudah berisi NHCL tersebut. Tundukkan sedikit kepala. Miringkan ke kiri. Masukkan lubang tutup botol kecap itu ke lubang hidung kanan. Semprotkan NHCL ke dalam hidung –dengan cara memencet botolnya. Tiga atau lima kali. NHCL yang Anda semprotkan ke lubang kanan itu akan keluar di lubang kiri –jatuh ke baskom yang Anda pangku.

Lantas miringkan kepala ke kanan. Masukkan NHCL ke lubang hidung kiri. Air NHCL itu akan keluar dari lubang kanan, tumpah ke baskom.

Bisa juga tidak perlu pakai baskom. Anda bisa melakukan dengan cara duduk di kursi di dekat watafel. Wastafel itulah baskomnya. Seperti yang dilakukan Nick Nurrachman –komisaris Pelindo II yang dulu komisaris Kimia Farma.

Nick melakukan itu tiap empat jam sekali di siang hari. Dalam tiga hari Covidnya negatif. Pekan lalu.

Syaratnya Anda harus tahu kapan virus mulai masuk ke hidung. Atau ke mulut Anda. Protokol Rakyat itu harus dilakukan sebelum hari ke 5 terkena Covid. Yakni sebelum virusnya pindah ke paru atau ke bagian lain tubuh.

Begitu mudah. Begitu murah. Begitu tidak merepotkan orang lain. Tidak mengganggu APBN. Tapi Anda akan dimusuhi orang yang punya proyek di Covid.

Cara itu memang sederhana. Tapi untuk sampai di sana penelitiannya tidak sederhana. Berbulan-bulan drh Indro berada di lab. Di Bogor.

Virus Covid-19 itu begitu kuat melekat di dasar tabung lab. Berbagai cara melepaskannya tidak berhasil. Kuat sekali. Maka drh Indro memasukkan cairan NHCL.

Berbagai kadar NHCL sudah dicoba. Akhirnya ia menemukan: NHCL kadar 0,9 yang bisa melepaskan virus itu dari dasar tabung. Dan menghancurkannya.

Tentu rakyat akan sulit kalau berurusan dengan NHCL. Apalagi harus di kadar 0,9. Maka drh Indro membuat rumus yang sesuai dengan pemahaman rakyat: satu sendok-makan garam itu sama dengan 10 gram. Kalau dimasukkan ke air 1 liter berarti kadarnya sekitar 0,9. Kurang dari itu tidak ampuh. Kelebihan sedikit tidak apa-apa.

Penjelasan itu begitu mudah dipahami.

Bolehkah kita langsung beli NHCL 0,9 dari apotek? Tidak perlu beli garam?

“Boleh. Tapi lebih baik pakai garam krosok," katanya.

Berarti bagi yang merasa belum terkena Covid baik juga melakukan itu. Setidaknya tiga hari sekali –siapa tahu ada virus yang masuk ke hidung dan belum pindah ke paru.

Drh Indro orang yang santai. Ia orang yang mandiri. Kini ia memilih sebagai konsultan independen virology.

Sampai sekarang pun ia belum mau membuat tesis –sehingga belum bisa mendapat gelar S-2. Dan ia tidak peduli. "Sekarang pun kalau saya mau membuat tesis masih diterima," katanya. "Saya masih tetap menjadi partner riset profesor virology di University of Adelaide," tambahnya.

Tanpa ijazah S-2 ribuan orang sudah merasakan hasil risetnya. Ratusan ribu orang melaporkan hasil baik dari menjalankan protokol rakyat drh Indro. (*)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Senin, 02 Agustus 2021 11:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...