Mahfudz Sidik. foto: bangsaonline.com
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Sekjen Partai Gelora Mahfudz Sidik bersyukur karena elektabilitas partai yang dikelolanya sangt tinggi. "Alhamdulillah. Angka 1.5% sebagai bukti bahwa kerja struktur dan anggota partai berjalan semakin efektif," kata Mahfuz Sidik dalam keterangan persnya yang dikirim ke BANGSAONLINE.com, Minggu (1/8/2021).
Lembaga survei Suara Milenial Institute merilis survei terbaru tentang elektabilitas partai politik di masa pandemi pada Jumat (29/7/2021) lalu.
BACA JUGA:
- Konsolidasi dan Bukber, Partai Gelora Sidoarjo Targetkan 120 Ribu Suara di Pileg 2029
- Gelar Silarurahmi bersama Kader Gelora se-Jatim, Anis Matta Tekankan Niat Ibadah dalam Berpolitik
- DPD Partai Gelora Siap Fasilitasi Ponpes yang Belum Memiliki SLF
- Rusdi Sutejo Dapat Rekom dari Partai Gelora untuk Pilkada 2024 di Kabupaten Pasuruan
Dalam survei itu terlihat elektabilitas Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sebagai partai baru mencapai 1,5 persen dan menggeser elektabilitas beberapa partai lama. Ini tentu mengejutkan.
Hasil lembaga survei Suara Milenial Institute ini menambah deretan daftar lembaga survei yang terus mengunggulkan elektabilitas Partai Gelora sebagai pendatang baru dalam kancah perpolitikan Indonesia.
Sebelumnya ada lembaga survei Litbang Kompas, Parameter Politik Indonesia, dan Rekode Research Center. Ketiga lembaga survei itu menilai pengenalan atau popularitas, dan elektabilitas Partai Gelora tertinggi di antara partai-partai baru.
Dalam situasi pandemi, kata Mahfuz, tidak mudah untuk melakukan konsolidasi apalagi bagi partai baru. "Saya bersyukur semua itu tidak dianggap sebagai hambatan bagi para kader," katanya.
Mahfuz mengungkapkan, mayoritas kader Partai Gelora adalah anak-anak muda, dari berbagai latar belakang, termasuk dari berbagai partai lama. Mereka mengusung semangat kolaborasi di tengah pembelahan masyarakat yang sangat parah saat ini.
Survei elektabilitas partai yang dilakukan Lembaga survei Suara Milenial Institute ini dilaksanakan selama sepekan 15-22 Juli dengan total responden sebanyak 1.000 orang.
Pengambilan sampel menggunakan metode random sampling melalui telepon. Margin of error 3,01 persen, dengan tingkat kepercayaan 95%.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




