Tol Trans Madura, Ketua PCNU Sumenep: Meniadakan Pedagang Kecil, Untungkan Kelas Menengah

Sebelumnya, penolakan Tol Trans Madura juga datang dari Aliansi Ulama Madura (AUMA). Dalam surat bertanggal 14 September 2021 yang ditandatangani ketua AUMA KH Ali Karrar Shinhaji dan sekretaris AUMA Drs KH Fadholi Moh Ruham, M.Si, menilai bahwa pembangunan Tol Trans Madura belum saatnya direalisasikan.

“AUMA menilai bahwa jargon ‘Membangun Madura Jangan Membangun di Madura’ penting dijadikan tolak ukur setiap pembangunan di Madura,” bunyi surat AUMA yang beredar luas.

AUMA justru mengusulkan pelebaran jalan, perbaikan kualitas jalan, pembangunan jalan layang di lokasi macet dan penataan lokasi beberapa pasar tradisional yang selama ini jadi penyebab kemacetan.

Pantauan BANGSAONLINE.com titik macet jalan raya di Madura bertumpu pada dua tempat. Yaitu di jalan raya pasar tradisional Tanah Merah dan Blega. Dua-duanya masuk Kabupaten Bangkalan.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: